Sureness About The Future (Kepastian Tentang Masa Depan)

Posted on

Ketika menyatakan peristiwa di masa depan, tentunya sang pembicara memiliki persentase keyakinan yang berbeda atas apa yang diucapkannya. Ada yang yakin 100% terhadap ucapannya, ada yang yakin sekitar 90%, dan ada yang tidak yakin (bisa dibilang yakin 50%). Nah kali ini kita akan belajar bagaimana cara menyatakan peristiwa masa depan dengan persentase keyakinan tertentu. 

Ketika Kita 100% Yakin

Disini kita akan menggukana kata “will” atau “be going to” karena kita merasa bahwa kita yakin tentang aktivitas yang akan dia lakukan/sesuatu yang akan terjadi di masa depan.

Contoh:

  • I will be in class tomorrow (Aku akan ada di kelas besok).
  • I am going to go to Jakarta next week (Aku akan pergi ke Jakarta minggu depan).
  • Mira won’t come to the party tonight because of her illness (Mira tidak akan datang ke pesta malam nanti karena penyakitnya).

Ketika Kita 90% Yakin

Disini kita akan menggunakan kata “will probably” atau “be probably going to” untuk kalimat positif dan “probably will not” atau “probably be not going to” untuk kalimat negatif. Kita menggunakan bentuk ini  karena kita merasa hampir yakin, tetapi tidak yakin sepenuhnya (tidak yakin 100%). 

Contoh: 

  • Aina will probably go to school tomorrow because she already feels better (Aina mungkin akan pergi ke sekolah besok karena dia sudah baikan).
  • I probably won’t deliver your package in time due to my bustle (Aku mungkin tidak akan mengantarkan paketmu tepat waktu karena kesibukanku).
  • She is probably going to visit her uncle tomorrow (Dia mungkin akan mengunjungi pamannya besok).

Baca Juga: Typical Bread From Various Country

Ketika Kita 50% Yakin

Disini kita akan menggunakan kata “may” karena kita hanya menebak, apakah sesuatu akan terjadi atau tidak. May disini berarti “mungkin”

Contoh:

  • Wira may use his laptop tomorrow (Wira mungkin akan menggunakan laptopnya besok).
  • Adian may not come to my house next week (Adian mungkin tidak datang ke rumahku minggu depan).

Selain menggunakan “may”, kita bisa juga menggunakan “maybe + will/be going to” yang memiliki arti sama dengan may. Namun ada sedikit perbedaan dalam penggunaannya (maybe diletakkan di awal kalimat). 

Contoh:

  • Maybe Wira will use his laptop tomorrow, and maybe he won’t (Mungkin Wira akan menggunakan laptopnya besok dan mungkin juga tidak).
  • Maybe Adian is going to come to my house next week, and maybe he isn’t (Mungkin Adian akan datang ke rumahku minggu depan ddan mungkin juga tidak).

Leave a Reply

Your email address will not be published.