Tipe-Tipe Interjection Berdasarkan Fungsinya

Posted on

Interjection (kata seru) adalah kata atau frasa yang menunjukkan apa yang kita rasakan terhadap sesuatu. Interjection ini sering digunakan di dialog/percakapan. Biasanya interjection ini diikuti oleh tanda seru (exclamation mark). Tetapi, terkadang ada juga yang diikuti oleh tanda tanya atau hanya diikuti koma. Sebelumnya, saya sudah pernah membuat artikel tentang pengertian dan jenis-jenis interjection berdasarkan penyusunnya yang dapat dibaca disini. Nah kali ini, kita akan belajar tentang tipe-tipe interjection berdasarkan fungsinya (atau lebih tepatnya berdasarkan apa yang diekspresikan oleh interjection tersebut).

interjection, majalahinggris

Expressing Agreement (Mengkespresikan Persetujuan)

Digunakan untuk mengungkapkan persetujuan terhadap suatu pernyataan/suatu hal.

  • Yes!
  • Right!
  • Let’s go, eh? (Ayo pergi, ya?)
  • Shall we go?” “Uh-huh (Haruskah kita pergi?” “Eh-huh).
  • Bingo! That’s the one I’ve been looking for (Bingo! Ini yang saya cari).

Expressing Surprise (Mengekpresikan Rasa Terkejut)

Digunakan ketika terkejut oleh sesuatu.

  • Wow! Your piano performance is amazing (Wow! Penampilan pianomu luar biasa).
  • Oh! This is the most beautiful voice I’ve ever heard (Oh! Ini adalah suara terindah yang pernah aku dengarkan).
  • Whoa! I almost hit you! (Whoa! Aku hampir menabrakmu!)

Expressing Disapproval (Mengkespresikan Ketidaksetujuan)

Mengekspresikan ketidaksetujuan atau penolakan terhadap suatu hal.

  • Bah, I never liked him anyways (Bah, aku tidak pernah menyukainya).
  • So you were out drinking again last night were you? Tsk tsk! (Jadi kamu keluar minum lagi tadi malam kan? Tsk tsk!)
  • Tut tut, Jack, you disappointed me, you really do (Tut tut, Jack, kamu mengecewakanku, sungguh).

Expressing Pleasure (Mengekspresikan Kesenangan)

Digunakan untuk mengungkapkan rasa senang terhadap suatu hal.

  • Yippee! I win the main prize in the lottery! (Yippee! Aku memenangkan hadiah utama pada lotre itu!)
  • Mmm! This milk Dango is delicious! (Mmm! Dango susu ini sangat enak!)
  • Ah, this massage feels good (Ah, pijatan ini enak).

Expressing Hesitation (Mengekspresikan Keraguan)

Digunakan untuk mengekspresikan keraguan terhadap suatu hal.

  • Um… are you sure about your opinion? (Um… apakah kamu yakin dengan pendapatmu?)
  • Er… it is a brilliant idea. But, are you sure it can fix our problem? (Er… itu adalah ide yang brilian. Namun, apakah kamu yakin itu dapat menyelesaikan masalah kita?)
  • Hmm… let me think first (Hmm… biarkan aku berpikir sebentar).

Requesting Repetition (Meminta Pengulangan)

Digunakan untuk meminta pengulangan jika suatu pernyataan yang diucapkan kurang jelas.

  • Eh? Can you repeat it once again? (Eh? Dapatkah kamu mengulangnya sekali lagi?)
  • “It’s hot today.” “Eh?” “I said it’s hot today.” (“Hari ini panas.” “Eh?” “Aku bilang hari ini panas.”)

Express Annoyance (Mengekspresikan Rasa Terganggu)

Digunakan untuk mengekspresikan perasan terganggu terhadap suatu hal.

  • Argh, get that cat off the table! (Argh, singkirkan kucing itu dari meja!)
  • Urgh! I warned you not to do that! (Urgh! Aku memperingatkanmu untuk tidak melakukan hal itu!)

Requesting Silence (Meminta Untuk Diam)

Digunakan untuk meminta seseorang untuk diam.

  • Ssh! We are in the library so we must lower our voice (Ssh! Kita sedang ada di perpustakaan jadi kita harus mengecilkan suara kita).

Baca Juga: Mengenal Interjection (Kata Seru) dalam Bahasa Inggris

Drawing Attention (Menarik Perhatian)

Digunakan untuk menarik perhatian seseorang.

  • Hey! Does anyone know where Lia goes? (Hey! Apakah ada yang tahu kemana Lia pergi?)
  • Hey! Look at that! (Hey! Lihat kesana!)
  • Ahem! Can I make a suggestion? (Ahem! Bisakah saya memberi saran?)

Admitting A Mistake/Accident (Mengakui Suatu Kesalahan/Kecelakaan)

Digunakan ketika kita tidak sengaja melakukan kesalahan atau kecelakaan (seperti menabrak orang lain, menjatuhkan sesuatu, atau hal lainnya).

  • Whoops! I bite my tongue! (Whoops! Aku menggigit lidahku!)
  • Ups! I’ve dropped my knife (Ups! Aku menjatuhkan pisauku).
  • Whoa! I almost hit you (Whoa! Aku hampir menabrakmu).

Expressing Disgust/Fright (Mengkespresikan Rasa Jijik/Takut)

Digunakan untuk mengekspresikan rasa ‘jijik’ serta ketakutan terhadap suatu hal.

  • Ugh! That cockroach is gross! (Ugh! Kecoa itu menjijikan!)
  • Eek! There’s a spider on the ceiling (Eek! Ada laba-laba di atap).
  • Yikes! I’ve never tasted such horrible soup! (Yikes! Aku tidak pernah merasakan sup seburuk ini!)
  • Eww! This porridge smells bad (Eww! Bubur ini baunya jelek).

Expressing Pain (Mengekspresikan Rasa Takut)

Digunakan untuk mengekspresikan rasa sakit.

  • Ouch! I poked my eye with my pencil (Ouch! Aku menyodok mataku dengan pensil).
  • Aww! That hurts (Aww! Itu sakit).

Expressing Pity/Sympathy (Mengekspresikan Rasa Duka/Simpati)

Digunakan untuk menunjukkan rasa duka atau simpati terhadap suatu hal.

  • You lost? Shucks! I hope you do better next time (Kamu Kalah? Kampret! Saya harap kamu bisa melakukan yang lebih baik lain kali).
  • Alas, she’s dead now (Sayangnya, dia sudah mati sekarang).

Nah itu dia tadi tipe-tipe interjection berdasarkan fungsinya. Sebuah interjection bisa mengkesprsikan hal yang berbeda-beda tergantung dari kalimat yang mengikutinya. Maka dari itu penting untuk mengetahui konteks dari kalimat yang mengikuti interjection tersebut untuk dapat mengkategorikan suatu interjection. Semoga bermanfaat bagi kalian ya! Sampai jumpa di postingan berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.